Soim Ajak Warga Bangsa Renungkan Makna Persatuan dalam Hari Kesaktian Pancasila
|
Cilacap- Ketua Bawaslu Kabupaten Cilacap Soim Ginanjar mengajak semua warga bangsa merenungkan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Perbedaan yang ada diantara warga bangsa harus dimaknai sebagai energi pemersatu, bukan dijadikan pemicu diferensi sosial.
"Kita berbeda, dari awal kelahiran juga sudah berbeda. Tetapi perbedaan bukan menjadi alasan untuk melakukan diferensiasi sosial," kata Soim saat menjadi Pembina dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Bawaslu Kabupaten Cilacap, Kamis (1/10/2026).
Dia menjelaskan lahirnya peringatan Hari Kesaktian Pancasila bermula dari persamaan persepsi, tetapi di ujungnya melahirkan penistaan, kebencian, dan pengkhianatan. Semua pihak, kata dia, pada awalnya memiliki cinta yang sama terhadap bangsa dan negara, tetapi ujung ceritanya menjadi berbeda dan berbelok.
"Ini yang harus kita renungkan berkali-kali dalam kehidupan kita," cetus jebolan Universitas Islam Negeri (UIN) Purwokerto itu.
Soim menegaskan pemerintah boleh silih berganti, tetapi bangsa dan negara tetap berdiri kokoh layaknya Merah Putih. Apapun bentuk dan warnanya, kata dia, bendera merah putih tidak boleh lebih rendah daripada bendera atau warna lain. Nilai itu, lanjutnya, perlu ditanamkan sebagai watak dalam bekerja secara berkelembagaan.
Dalam konteks kerja Bawaslu, Soim menyebut menegakkan aturan sebagai bagian dari perjuangan menjaga NKRI. Menurutnya, penegakan aturan merupakan hal yang tidak boleh terelakkan demi terwujudnya masyarakat adil makmur dan berkeadilan sosial sebagaimana sila kelima Pancasila.
Humas Bawaslu Cilacap