Lompat ke isi utama

Berita

Kelas Demokrasi: Soim Asah Nalar Kritis Mahasiswa

kelas demokrasi8

Ketua Bawaslu Cilacap Soim Ginanjar menjadi pemantik dalam Kelas Demokrasi yang digelar Bawaslu Cilacap, Rabu (14/10/2026)/foto: Humas Bawaslu Cilacap

Cilacap- Ketua Bawaslu Kabupaten Cilacap, Soim Ginanjar, mengajak 16 mahasiswa berdiskusi dan bertukar gagasan dalam Kelas Demokrasi Bawaslu Cilacap, Rabu (14/10/2026). Forum yang berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Cilacap itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengemukakan pandangan sekaligus mengasah nalar kritis terhadap peran mereka dalam kehidupan demokrasi.

“Idealnya mahasiswa itu seperti apa?” tanya Soim kepada peserta.

“Aktif, kritis, bisa membawa dampak perubahan,” jawab Dafa, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap. Jawaban tersebut disambut oleh tanggapan peserta lain yang turut menyampaikan pandangan mereka.

Diskusi berlangsung dinamis selama empat jam. Soim tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendorong peserta menguji gagasan melalui tanya jawab dan adu argumen. Pendekatan ini digunakan untuk membuka ruang refleksi tentang posisi mahasiswa, baik sebagai bagian dari masyarakat maupun sebagai kelompok yang memiliki peran dalam mendorong perubahan sosial.

Menurut Soim, membangun kesadaran mahasiswa tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran yang bersifat satu arah atau sekadar memberikan materi secara berulang. Mahasiswa perlu dilibatkan secara aktif agar mampu memahami persoalan, mengemukakan pendapat, dan menghubungkan pengetahuan dengan realitas sosial.

kelas demokrasi9

Sejalan dengan prinsip pendidikan orang dewasa (andragogi), proses pembelajaran perlu memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan mendalami persoalan yang relevan dengan kehidupan mereka. Dalam konteks demokrasi, pendekatan tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara peran mereka di tengah masyarakat dan kualitas penyelenggaraan demokrasi.

“Aktif, kritis, dan pembawa perubahan akan sia-sia jika para mahasiswa tidak peduli dan sadar akan peranannya dalam lapisan masyarakat,” ujar Soim, alumnus UIN Purwokerto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sikap kritis perlu berjalan beriringan dengan kepedulian dan kesadaran sosial. Kemampuan berargumentasi tidak berhenti pada keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga perlu disertai pemahaman terhadap persoalan publik dan kemauan untuk berkontribusi dalam penyelesaiannya.

Melalui Kelas Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Cilacap mendorong mahasiswa tidak hanya memahami demokrasi sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui sikap kritis, kepedulian terhadap persoalan publik, serta keterlibatan dalam pengawasan partisipatif.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai pengamat, tetapi mampu mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi melalui gagasan, kepedulian, dan tindakan nyata.

Humas Bawaslu Cilacap

Tag
Kelas Demokrasi Bawaslu Cilacap
Pendidikan Demokrasi
Soim Ginanjar