Pembekalan Calon Kader P2P 2026, 40 Anggota Pramuka Mulai Lakukan Pembelajaran Mandiri
|
Cilacap- Bawaslu Kabupaten Cilacap membekali 40 anggota Pramuka yang akan mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). 40 calon kader ini akan menerima menggunakan dua metode pembelajaran secara online dan tatap muka, mulai 23-29 Juli 2026.
Anggota Bawaslu Cilacap Ujang Taufik mengatakan Pendidikan online dilakukan secara mandiri dengan membaca modul elektronik, pembelajaran audio-visual, dan memberikan catatan kritis pada 23-28 Juli. Sedangkan pembelajaran tatap muka akan dilakukan pendalaman enam materi, diskusi, post-test, serta penyusunan rencana tindak lanjut pada 29 Juli.
"Program P2P ini bertujuan membentuk kader pengawas partisipatif dari kalangan generasi muda, khususnya pemilih pemula, dengan menyasar anggota Gerakan Pramuka se-Cilacap," ucap Ujang dalam Rapat Persiapan P2P Tahun 2026 secara daring, Rabu (22/7/2026).
Dia menjelaskan P2P merupakan program pengembangan pengawasan partisipatif berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023. Program ini bertujuan membentuk kader pengawas partisipatif dari kalangan generasi muda, khususnya pemilih pemula.
"Melalui P2P peserta diharapkan memahami regulasi kepemiluan, memiliki semangat kolaboratif, serta menjunjung tinggi nilai integritas. Selain itu, peserta juga didorong menjadi agen pengawasan yang mampu membantu mencegah pelanggaran dan kecurangan pada Pemilu 2029," papar dia.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Cilacap, Soim Ginanjar, mengatakan P2P merupakan program pengkaderan yang diinisiasi Bawaslu untuk menyiapkan kader pengawas partisipatif yang nantinya berperan sebagai mata dan telinga Bawaslu dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah mewujudkan demokrasi yang bermartabat melalui penguatan partisipasi masyarakat. Dia menyebut demokrasi yang berkualitas ditopang oleh lima aspek utama, yakni kedaulatan hukum, penegakan etika, penghormatan terhadap hak, proses demokrasi yang jujur, dan partisipasi masyarakat yang substansial.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi yang kuat sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Soim.
Dalam sesi diskusi dijelaskan bahwa kuota peserta P2P tahun ini berjumlah 40 orang yang berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Cilacap. Masing-masing sekolah mengirimkan rata-rata lima peserta.
Penulis: Estu Pramono