Rampungkan Masa Orientasi PPPK, 6 ASN Bawaslu Cilacap Diminta Adaptif dan Perbanyak Literasi
|
Cilacap- Enam staf Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Cilacap telah merampungkan kegiatan Orientasi PPPK yang digelar Bawaslu Jawa Tengah. Orientasi dilaksanakan selama delapan hari 29 Juli hingga 5 Agustus secara virtual melalui metode distance learning.
Anggota Bawaslu Jawa Tengah Muhammad Rofiudin menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama penggunaan media sosial dan teknologi informasi sebagai ruang kerja pengawasan era modern.
"Dunia terus berkembang. Pengalaman pengawasan masa lalu tentu berbeda dengan hari ini. Suka tidak suka, peningkatan kapasitas teknologi dan memperbanyak literasi membaca adalah kunci utama agar kita tetap relevan dan berkualitas dalam menghadapi tahapan 2027 nanti," ucap dia dalam penutupan Orientasi PPPK secara virtual, Rabu (05/08/2026).
Rofiudin mengingatkan beban kerja institusi, seperti evaluasi dan penyusunan anggaran, terus berjalan padat meski di luar tahapan pemilu. Untuk itu, soliditas, sinergi, dan rasa syukur atas peningkatan status kesejahteraan sebagai ASN sangat dibutuhkan agar seluruh program di 35 kabupaten/kota dapat berjalan ringan dan maksimal.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Tengah Yessy Yunius turut memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan fokus peserta selama delapan hari mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dia mengingatkan peralihan status dari tenaga non-PNS menjadi ASN membawa tanggung jawab besar yang kini terikat kuat pada Panca Prasetya Korpri.
"Orientasi ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi jajaran PPPK Bawaslu se-Jawa Tengah untuk terus berinovasi dan memberikan sumbangsih pemikiran terbaik bagi pengawasan demokrasi di masa mendatang," Harap Yessi
Sebagai informasi enam staf PPPK Bawaslu Cilacap yang mengikuti orientasi yakni Ardia Made Sudrajat, Estu Setio Pramono, Jaa Rizka Pradana, Galang Luh, M. Abdul Fattah, dan Agung Setiadi.
Humas Bawaslu