Bawaslu Cilacap-BRIN Kolaborasikan Riset Wujudkan Pemilu Inklusif
|
Cilacap- Ketua Bawaslu Cilacap Soim Ginanjar mendukung penuh riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang 'Politik Inklusi Penghayat Kepercayaan dalam Ruang Sosial dan Kebijakan di Jawa Tengah'. Menurut dia, riset ini bisa dijadikan tolak ukur ilmiah dalam memajukan politik yang inklusif khususnya di Kabupaten Cilacap, mengingat banyak penduduk penghayat kepercayaan.
"Kami siap berkolaborasi dan secara administratif siap mendukung kegiatan penelitian BRIN," cetus Soim dalam menyambut peneliti dari BRIN di Kantor Bawaslu Cilacap, Kamis (11/06/2026).
Soim menjelaskan Bawaslu Cilacap selalu berupaya untuk memastikan pemilu terlaksana secara inklusif baik dalam pemilu yang lalu maupun dalam program yang saat ini dilaksanakan. Terbaru, Bawaslu telah mengeluarkan Keputusan Nomor 75/HK.01.01/K1/04/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kebijakan Inklusif.
Dia mengatakan kebijakan ini menjadi pedoman bagi jajaran pengawas pemilu untuk memastikan seluruh masyarakat termasuk warga penghayat kepercayaan memperoleh hak yang setara, aman, aksesibel, dan bebas diskriminasi dalam setiap tahapan Pemilu.
"Program Bawaslu Cilacap tahun ini juga focus melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif ke daerah-daerah 3T atau terjauh, terluar, tertinggal yang ada di Cilacap," papar alumnus UIN Saizu Purwokerto itu.
Dalam Pemilu 2024, dia menceritakan Bawaslu Cilacap telah melakukan sosialisasi dengan kelompok penghayat kepercayaan Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) di Desa Kalikudi. Selain itu, pengawas pemilu juga melakukan pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) kelompok penghayat kepercayaan di Adiraja.
Sementara Peneliti BRIN Setyo Budi mengatakan penelitian ini terkait putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016, terkait pencantuman status kepercayaan pada kolom agama di e-KTP dan Kartu Keluarga (KK). Pascaputusan MK tersebut warga penghayat diberi ruang dan hak yang sama dengan umat agama lain terkait dengan pencantuman kepercayaan.
"Usai 10 tahun berlalu, praktik atau eksesnya dalam kehidupan sosial-politik, berbangsa dan bernegara itu seperti apa. Itu yang akan coba kami lihat," ucap dia.
Sebagai informasi, diskusi penelitian terkait dihadiri oleh seluruh pimpinan Bawaslu Cilacap; Ujang Taufik, Suyatno, Nuryanti, dan Any Sulistyowati. Dari pihak BRIN hadir peneliti Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah Arif dan perwakilan Bappeda Cilacap.
Humas Bawaslu Kabupaten Cilacap