Lompat ke isi utama

Berita

Amin Kenalkan Gagasan Jalan Ketiga Anthony Giddens dan Pengawasan Partisipatif ke Mahasiswa Kelas Demokrasi

kelas demokrasi22

Ketua Bawaslu Jateng Muhammad Amin membuka Kelas Demokrasi#2 secara daring yang digelar Bawaslu Cilacap, Kamis (22/10/2026)/foto: Humas Bawaslu Cilacap

Cilacap- Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Muhammad Amin mengenalkan gagasan The Third Way atau Jalan Ketiga yang digagas sosiolog Anthony Giddens dalam Kelas Demokrasi yang digelar Bawaslu Cilacap. Dia mengaitkan The Third Way dengan pentingnya partisipasi masyarakat dalam konsolidasi demokrasi, khususnya mahasiswa sebagai agen perubah.

Amin mengatakan, demokrasi tidak cukup hanya dijalankan melalui mekanisme pemilihan umum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi prosesnya. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis karena kapasitas intelektual, sikap kritis, dan kedekatannya dengan perkembangan teknologi informasi.

“Kalau kita bicara demokrasi saat ini, kalau Anthony Giddens pernah menulis di dalam buku The Third Way, yaitu Jalan Ketiga. Dia mengajarkan kita bahwa memang harus ada salah satu alternatif, bagaimana partisipasi di dalam pengawasan pemilu,” kata Amin dalam Kelas Demokrasi Jilid 2 yang digelar Bawaslu Cilacap, Kamis (22/10/2026).

Menurut Amin, gagasan jalan ketiga dapat menjadi bahan refleksi untuk mendorong konsolidasi demokrasi. Dia menekankan pentingnya mencari alternatif dan membangun partisipasi publik agar proses demokrasi mampu melahirkan kepemimpinan yang baik. Dalam konteks pengawasan pemilu, mahasiswa dapat berkontribusi melalui gerakan yang terorganisasi dan berbasis kajian.

Amin menilai keterlibatan masyarakat juga diperlukan karena Bawaslu menghadapi keterbatasan sumber daya dan jangkauan pengawasan. Karena itu, pengawasan partisipatif menjadi salah satu upaya untuk memperluas pengawasan terhadap potensi pelanggaran, baik dalam tahapan pemilu maupun melalui pendidikan demokrasi di luar tahapan.

“Makanya satu sisi bagian tugas kita yaitu terkait dengan pencegahan, pengawasan, penindakan ini salah satunya adalah melibatkan semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Dia secara khusus mendorong mahasiswa memanfaatkan kemampuan digital untuk mengawasi perkembangan informasi di media sosial. Menurut Amin, tantangan demokrasi kini tidak hanya berkaitan dengan politik uang dan ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), tetapi juga perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang perlu menjadi bahan kajian bersama.

Amin mengatakan, kontribusi tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membentuk komunitas diskusi, mengadakan pendidikan pengawasan partisipatif, serta berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Cilacap. Mahasiswa juga dapat mengembangkan pemantauan di lingkungan kampus, termasuk dalam pelaksanaan pemilihan raya mahasiswa, sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi.

Dia berharap gagasan konsolidasi demokrasi dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara mahasiswa dan penyelenggara pemilu. Dengan pengawasan partisipatif yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan ikut memperluas keterlibatan publik dalam menjaga proses demokrasi yang jujur dan berintegritas.

Humas Bawaslu Cilacap

Tag
Kelas Demokrasi Bawaslu Cilacap
Bawaslu Cilacap
Bawaslu Jawa Tengah